Kamis, 30 April 2009

Wilayah Langganan Banjir




Banjir adalah langganan untuk kecamatan Jakenan kususnya daerah barat atau desa-desa sepanjang aliran sungai Juwana.Daerah yang terparah apabila ada banjir adalah desa Karangrowo dan desa Ngastorejo.Dua desa ini yang pertama dan yang terakhir terkena banjir dengan kedalaman paling tinggi.Tidak sama desa lain yang merupakan langganan banjir seperti desa Tondomulyo,Bungasrejo dan Kedungmulyo.Yang anda lihat pada gambar diatas adalah keadaan banjir di desa Karangrowo dan Ngastorejo pada bulan Januari 2009.Didampingi Ibu Camat Jakenan dan Kepala desa serta SatPol PP,wakil Bupati Pati 'Ibu INA' juga menyempatkan diri  langsung terjun kelapangan untuk memantau keadaan yang ada.Beliau mengunjungi desa Karangrowo dan Ngastorejo karena memang dua desa tersebut yang terparah terkena banjir.Para petani yang paling merasakan pahitnya terhadap musibah banjir kemarin.Sebab padi mereka diperkirakan kurang dari satu bulan akan panen besar,tapi sayang alam tidak berpihak kepada mereka.Hujan turun hampir setiap hari kususnya curah hujan daerah barat yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan aliran sungai Juwana meluap.Banjir yang diperkirakan sekitar bulan April ternyata datang lebih awal tidak seperti yang diperkirakan sebelumnya.Petani hanya pasrah melihat tanaman padi mereka yang terendam air banjir.Manusia hanya berusaha tetapi tetap Tuhan yang menentukan.Para petani menyadari mungkin ini belum rezeki atau memang ini merupakan cobaan untuk mereka untuk tetap tabah menghadapi musibah banjir yang hampir setiap tahun melanda.   

Selasa, 28 April 2009

Refresing Wisata Kuliner Kedung Ombo












Untuk menghilangkan kepenatan selama bekerja kami segenap karyawan kecamatan Jakenan menyempatkan diri untuk berwisata dan refresing.Sebagai tujuannya kami menuju ke lokasi wisata Kedung Ombo yang terkenal dengan wisata kulinernya. "Warung Apung"adalah tempatnya,sebuah rumah makan yang terapung di permukaan air waduk Kedung Ombo. Special menunya adalah ikan Gurami bakar atau ikan Nila bakar,kalu suka yang pedas ada juga asam manis gurami dengan bumbu saos.Makan bersama seperti ini memang menyenangkan segala kejenuhan dan kepenatan segera terlupakan,kami merasa bukan lagi rekan kerja atau atasan dan bawahan tapi kami merasa seperti satu keluarga besar yang sedang berlibur bersama. Sayang sekali Ibu Camat Jakenan tidak bisa mengikuti acara ini dikarenakan tepat bersamaan pada hari itu ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan.

Kamis, 23 April 2009

Kepala Desa Terpilih 2008 - 2013


Inilah wajah-wajah kepala desa terpilih yang lolos pada Pemilihan Kepala Desa tahun 2008 untuk wilayah kecamatan Jakenan.Dari sembilan kepala desa ini hanya 3 orang yang terpilih kembali sedang 6 orang lainnya adalah wajah baru.Dari depan kiri ke kanan adalah kepala desa Kalimulyo,Sendangsoko,Karangrejolor,Puluhantengah.Sedangkan dari belakang kiri ke kanan adalah kepala desa Glonggong,Bungasrejo,Mantingantengah,Kedungmulyo,Plosojenar.Sembilan kepala desa ini akan memimpin desa masing-masing selama lima tahun kedepan hingga tahun 2013.PerDa terakhir tentang masa jabatan kepala desa adalah lima tahun dan dapat dipilih kembali bila baru menjabat satu kali masa jabatan.Kepala desa tidak dapat dipilih kembali apabila sudah menjabat dua kali masa jabatan atau sepuluh tahun.Pendidikan terakhir terendah SLTP atau sederajat umur minimal 25th per-tanggal di laksanakannya pemilihan kepaladesa, serta tidak ada batasan umur maksimal.

Rabu, 22 April 2009

Rehab exs.Kawedanan




Gambar diatas adalah kondisi bangunan exs.Kawedanan sebelum pada saat dan setelah direhab.Perehabpan ini diperuntukkan untuk kantor kecamatan Jakenan yang baru dengan menggunakan anggaran PemKab tahun 2008.Rehab ini tidak merubah bentuk dari bangunan yang ada,hanya penambahan teras depan dan itu tidak menyalahi aturan yang ada.Sedangkan bagian dalam bangunan dilakukan penggantian kulit tembok dengan plesteran yang baru,serta pemasangan lantai dengan keramik.Jadi secara pasti bangunan exs.Kawedanan ini masih dalam keadaan aslinya.Diresmikan penggunaannya untuk Kantor Kecamatan Jakenan yang baru oleh Camat Jakenan Dra.Niken Savitri MM pada Februari 2009, dan di meriahkan oleh campursari "Manggolo Laras" jakenan.Bangunan Kawedanan ini adalah peninggalan jaman kolonial Belanda dan sudah berdiri sebelum kantor lama kecamatan Jakenan dibangun, sedangkan tahun berdirinya tidak ada yang mengetahuinya sampai sekarang.Sekedar informasi untuk para pembaca bahwa ada satu ruangan yang dikosongkan sampai sekarang yaitu kamar "Mbah Jim Joyo Kusumo" yang dipercaya sebagai Danyang ( 'singMbauRekso'=jawa ) Kawedanan Jakenan.Jadi walaupun sudah digunakan layaknya sebagai kantor pemerintahan dengan segala kesibukan yang ada tetapi masih tetap menjaga 'kesakralan' dari bangunan itu sendiri.Sebagai masyarakat Jawa kita tentu tidak berani untuk merubah sesuatu yang disakralkan oleh warga sekitar dari dulu.

Kantor Lama Kecamatan Jakenan


Kantor lama kecamatan dibangun sekitar tahun 1950'an dan keberadaanya satu lokasi  dengan Kantor Kawedanan.Bangunan ini dibangun mengikuti model gaya Belanda yaitu sederhana tapi kelihatan kokoh.Walaupun bangunan lama dan termasuk kuno namun demikian sampai sekarang masih dalam keadan baik, meskipun dibeberapa bagian ada sedikit kerusakan.Memang bangunan ini kelihatan sangat kuno dan ketinggalan jaman,tetapi bangunan ini masih dalam keadaan bagus.Untuk sekarang bangunan ini dalam keadaan kosong karena tidak digunakan perFebruari 2009, sebab menempati kantor baru yaitu di exs.Kawedanan yang direhab menjadi kantor kecamatan Jakenan yang baru.Pada pemilu 2009 saat ini kantor lama kecamatan digunakan sebagai sekertariat PPK ( Panitia Pemilihan Kecamatan ) dan tempat pelipatan kartu suara.Kotak suara pemilu disimpan dibangunan ini dan juga arsip-arsip kantor kecamatan.Untuk kelanjutannya belum tahu diperuntukan untuk apa bangunan ini.Sedangkan dari pihak PemKab hanya menginstruksikan untuk tidak merubah bangunan yang ada, dikarenakan termasuk cagar budaya daerah yang harus dilestarikan dan dijaga keasliannya.Sampai sekarang ini bangunan ini masih dalam keadaan aslinya tanpa ada perubahan bentuk dan konsturksi.

Jumat, 10 April 2009

Pemerintah Kecamatan Jakenan




Inilah para pimpinan pemerintahan kecamatan Jakenan yang terdiri dari Camat 'Dra.NIKEN SAVITRI .MM' Kapolsek 'H.SLAMET NGADENAN.sag' Danramil 'SUYATNO'.Kecamatan Jakenan  adalah wilayah kecil yang berada dibawah pemerintahan Kabupaten Pati.Kantor Camat Jakenan berada di desa Jakenan,dipimpin oleh seoarang camat dan sekertaris camat serta para kepala seksi. Luas wilayahnya terdiri atas 23 desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani.Sebagian lagi menggantungkan hidup sebagai buruh pada berbagai industri yang ada di kota Juwana dan Pati Kota. Karena minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia maka tidak sedikit warga yang pergi merantau ke lain daerah bahkan ke luar negeri, seperti umumnya warga Kabupaten Pati lainnya. Selain padi, produk pertanian daerah ini adalah kedelai dan kacang hijau.Tebu juga merupakan hasil unggulan dengan kwalitas rendemen tinggi.Seluruh wilayahnya terletak di dataran rendah dengan tanah berjenis "aluvial". Daerah barat yang menjadi Daerah Aliran Sungai Sungai Juwana setiap tahun pada musim penghujan menjadi langganan banjir akibat meluapnya Sungai Juwana. Pada awal tahun 2008, banjir menenggelamkan daerah barat Kecamatan Jakenan hingga kedalaman 3,5 meter yang berlangsung selama lebih dari satu bulan.