Ngastorejo adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 2 pedukuhan yaitu:
- Nganguk (sebelah utara)
- Nggilis (sebelah selatan)
Geografi
Desa Ngastorejo mempunyai batas-batas:
- Sebelah utara dengan desa Karangrowo.
- Sebelah timur dengan desa Sonorejo.
- Sebelah selatan dengan desa Kedungmulyo.
- Sebelah barat dengan desa Sugiharjo dan sungai Juwana.
Sebagaimana desa-desa lainnya yang terdapat di daerah aliran sungai Juwana, tiap musim penghujan desa inipun menjadi langganan banjir akibat meluapnya sungai Juwana.
Demografi
Sebagian besar penduduk desa Ngastorejo menggantungkan hidup dari usaha pertanian dengan lahan pertanian tadah hujan. Desa ini terletak paling barat dari kecamatan Jakenan.
Walaupun dekat dengan sungai Juwana, namun hal tersebut belau dapat dimanfaatkan secara maksimal karena ketika musim kemarau, air sungai sering menjadi asin akibat naiknya air laut. Sedang ketika musim penghujan tidak jarang sawah mereka terkena banjir.
Karena itu tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau ke daerah lain seperti Jakarta, Sumatra bahkan menjadi TKI dan TKW di luar negeri.
KECAMATAN JAKENAN PATI-JATENG
Kecamatan Jakenan terletak di bagian timur Kabupaten Pati atau sekitar 16 km ke arah timur kota Pati.Berada pada ketinggian 10-25m-dpl. Tepatnya berada di koordinat 6°45′0″LS,111°11′0″BT-7°4′29″LS,111°9′3″BT.
Jumat, 17 Desember 2010
Kamis, 16 Desember 2010
Sendangsoko
Sendangsoko adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 6 pedukuhan yaitu:
- Pulas (sebelah barat)
- Dukuh (sebelah selatan)
- Jerukgulung (sebelah timur)
- Mbungkus (sebelah utara)
- Jetis (sebelah selatan)
- Nggagung (sebelah timur)
Geografi
Desa Sendangsoko mempunyai batas-batas:
- Sebelah utara dengan desa Sonorejo dan desa Tlogorejo.
- Sebelah timur dengan desa Tambahmulyo.
- Sebelah selatan dengan desa Degan kecamatan Winong dan desa Sumbermulyo kec.Winong.
- Sebelah barat dengan desa Kedungmulyo.
Demografi
Sebagian besar penduduk desa Sendangsoko menggantungkan hidup dari usaha pertanian dengan lahan pertanian tadah hujan. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau ke daerah lain seperti Jakarta, Sumatra bahkan menjadi TKI dan TKW di luar negeri.
Desa Sendangsoko satu-satunya desa penghasil kerajinan tangan sapu keset yang pasarannya sampai keluar daerah. Sapu Keset ini berbahan dasar sabut kelapa yang diambil seratnya. Pekerjaan ini dilakukan apabila tiba musim kemarau. Selain membutuhkan panas yang cukup, juga sebagai sambilan atau penghasilan tambahan selama tidak bercocok tanam.
Terdiri atas 6 pedukuhan yaitu:
- Pulas (sebelah barat)
- Dukuh (sebelah selatan)
- Jerukgulung (sebelah timur)
- Mbungkus (sebelah utara)
- Jetis (sebelah selatan)
- Nggagung (sebelah timur)
Geografi
Desa Sendangsoko mempunyai batas-batas:
- Sebelah utara dengan desa Sonorejo dan desa Tlogorejo.
- Sebelah timur dengan desa Tambahmulyo.
- Sebelah selatan dengan desa Degan kecamatan Winong dan desa Sumbermulyo kec.Winong.
- Sebelah barat dengan desa Kedungmulyo.
Demografi
Sebagian besar penduduk desa Sendangsoko menggantungkan hidup dari usaha pertanian dengan lahan pertanian tadah hujan. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau ke daerah lain seperti Jakarta, Sumatra bahkan menjadi TKI dan TKW di luar negeri.
Desa Sendangsoko satu-satunya desa penghasil kerajinan tangan sapu keset yang pasarannya sampai keluar daerah. Sapu Keset ini berbahan dasar sabut kelapa yang diambil seratnya. Pekerjaan ini dilakukan apabila tiba musim kemarau. Selain membutuhkan panas yang cukup, juga sebagai sambilan atau penghasilan tambahan selama tidak bercocok tanam.
Plosojenar
Plosojenar adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 3 pedukuhan yaitu:
- Jenar (sebelah barat)
- Polaman (sebelah timur)
- Kebonturan (sebelah selatan)
Geografi
Desa plosojenar terletak di pojok paling timur laut kecamatan Jakenan. Berjarak 2,5 km dari ibukota kecamatan dan 20 km dari ibukota Kabupaten Pati.
Desa plosojenar berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan desa Tlogomojo.
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Kebonturi
- Sebelah selatan berbatasan dengan desa Jakenan
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Dukuhmulyo
Demografi
Sebagian besar penduduk desa Plosojenar menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana.
Mayoritas penduduk desa Plosojenar beragama islam. Tempat ibadah yang ada di desa ini hanya sebuah masjid dan beberapa musala.
Pendidikan
Desa Plosojenar hanya mempunyai 1 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri Plosojenar disamping beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK dan TPQ.
Terdiri atas 3 pedukuhan yaitu:
- Jenar (sebelah barat)
- Polaman (sebelah timur)
- Kebonturan (sebelah selatan)
Geografi
Desa plosojenar terletak di pojok paling timur laut kecamatan Jakenan. Berjarak 2,5 km dari ibukota kecamatan dan 20 km dari ibukota Kabupaten Pati.
Desa plosojenar berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan desa Tlogomojo.
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Kebonturi
- Sebelah selatan berbatasan dengan desa Jakenan
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Dukuhmulyo
Demografi
Sebagian besar penduduk desa Plosojenar menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana.
Mayoritas penduduk desa Plosojenar beragama islam. Tempat ibadah yang ada di desa ini hanya sebuah masjid dan beberapa musala.
Pendidikan
Desa Plosojenar hanya mempunyai 1 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri Plosojenar disamping beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK dan TPQ.
Rabu, 15 Desember 2010
Jatisari
Jatisari adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 2 pedukuhan yaitu:
- Karangjati (sebelah barat)
- Sentul (sebelah timur)
Geografi
Desa Jatisari berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan desa Sidomulyo.
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Sidomulyo dan desa Tegalwero
- Sebelah selatan berbatasan dengan Tegalwero
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Karangrejo Lor
Di sisi barat daya dibatasi oleh Kali Glonggong yang merupakan anak sungai dari Sungai Juwana.
Dari arah utara dibelah oleh jalan raya Jakenan-Pucakwangi yang juga merupakan jalan alternatif menuju Blora melalui Todanan
Desa Jatisari berjarak + 2 km ke arah selatan dari pusat kota kecamatan. Dan + 24 km ke arah timur dari kota Pati.
Perekonomian
Sebagian besar penduduk desa Jatisari menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana.
Pendidikan
Desa Jatisari hanya mempunyai 1 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri Jatisari disamping beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK dan TPQ.
Lain-Lain
Kampung Singget
Singget bagi masyarakat Jatisari adalah suatu tempat yang mempunyai aura mistic yang sangat kuat. Kalau dilihat dari jauh tampak sepeti daerah perkampungan atau pedukuhan. Tapi sebenarnya daerah ini kosong tanpa penghuni. Banyak sekali kejadian-kejadian aneh dan tidak masuk akal terjadi di daerah yang bernama Singget ini. Hal itu merupakan hal yang biasa bagi masyarakat Jatisari karena sudah terjadi sejak lama. Kebanyakan yang mengalaminya adalah orang dari luar daerah yang tidak mengetahui keadaan Singget yang sebenarnya. Menurut sejarah pada masa kolonial ada penduduk yang pernah bermukim di daerah ini. Tapi karena banyak sekali gangguan-ganguan mistic membuat penduduk tidak betah. Akibatnya banyak mereka berpindah tempat satu persatu dan akhirnya daerah itu kosong hingga sekarang. Sampai sekarang ini juga tidak ada satupun warga Jatisari yang berani menempati kampung Singget ini.
Terdiri atas 2 pedukuhan yaitu:
- Karangjati (sebelah barat)
- Sentul (sebelah timur)
Geografi
Desa Jatisari berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan desa Sidomulyo.
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Sidomulyo dan desa Tegalwero
- Sebelah selatan berbatasan dengan Tegalwero
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Karangrejo Lor
Di sisi barat daya dibatasi oleh Kali Glonggong yang merupakan anak sungai dari Sungai Juwana.
Dari arah utara dibelah oleh jalan raya Jakenan-Pucakwangi yang juga merupakan jalan alternatif menuju Blora melalui Todanan
Desa Jatisari berjarak + 2 km ke arah selatan dari pusat kota kecamatan. Dan + 24 km ke arah timur dari kota Pati.
Perekonomian
Sebagian besar penduduk desa Jatisari menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana.
Pendidikan
Desa Jatisari hanya mempunyai 1 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri Jatisari disamping beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK dan TPQ.
Lain-Lain
Kampung Singget
Singget bagi masyarakat Jatisari adalah suatu tempat yang mempunyai aura mistic yang sangat kuat. Kalau dilihat dari jauh tampak sepeti daerah perkampungan atau pedukuhan. Tapi sebenarnya daerah ini kosong tanpa penghuni. Banyak sekali kejadian-kejadian aneh dan tidak masuk akal terjadi di daerah yang bernama Singget ini. Hal itu merupakan hal yang biasa bagi masyarakat Jatisari karena sudah terjadi sejak lama. Kebanyakan yang mengalaminya adalah orang dari luar daerah yang tidak mengetahui keadaan Singget yang sebenarnya. Menurut sejarah pada masa kolonial ada penduduk yang pernah bermukim di daerah ini. Tapi karena banyak sekali gangguan-ganguan mistic membuat penduduk tidak betah. Akibatnya banyak mereka berpindah tempat satu persatu dan akhirnya daerah itu kosong hingga sekarang. Sampai sekarang ini juga tidak ada satupun warga Jatisari yang berani menempati kampung Singget ini.
Langganan:
Postingan (Atom)