Jumat, 17 Desember 2010

Ngastorejo

Ngastorejo adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 2 pedukuhan yaitu:
- Nganguk (sebelah utara)
- Nggilis (sebelah selatan)
Geografi
Desa Ngastorejo mempunyai batas-batas:
- Sebelah utara dengan desa Karangrowo.
- Sebelah timur dengan desa Sonorejo.
- Sebelah selatan dengan desa Kedungmulyo.
- Sebelah barat dengan desa Sugiharjo dan sungai Juwana.
Sebagaimana desa-desa lainnya yang terdapat di daerah aliran sungai Juwana, tiap musim penghujan desa inipun menjadi langganan banjir akibat meluapnya sungai Juwana.
Demografi
Sebagian besar penduduk desa Ngastorejo menggantungkan hidup dari usaha pertanian dengan lahan pertanian tadah hujan. Desa ini terletak paling barat dari kecamatan Jakenan.
Walaupun dekat dengan sungai Juwana, namun hal tersebut belau dapat dimanfaatkan secara maksimal karena ketika musim kemarau, air sungai sering menjadi asin akibat naiknya air laut. Sedang ketika musim penghujan tidak jarang sawah mereka terkena banjir.
Karena itu tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau ke daerah lain seperti Jakarta, Sumatra bahkan menjadi TKI dan TKW di luar negeri.

Kamis, 16 Desember 2010

Sendangsoko

Sendangsoko adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 6 pedukuhan yaitu:
- Pulas (sebelah barat)
- Dukuh (sebelah selatan)
- Jerukgulung (sebelah timur)
- Mbungkus (sebelah utara)
- Jetis (sebelah selatan)
- Nggagung (sebelah timur)

Geografi
Desa Sendangsoko mempunyai batas-batas:
- Sebelah utara dengan desa Sonorejo dan desa Tlogorejo.
- Sebelah timur dengan desa Tambahmulyo.
- Sebelah selatan dengan desa Degan kecamatan Winong dan desa Sumbermulyo kec.Winong.
- Sebelah barat dengan desa Kedungmulyo.

Demografi
Sebagian besar penduduk desa Sendangsoko menggantungkan hidup dari usaha pertanian dengan lahan pertanian tadah hujan. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau ke daerah lain seperti Jakarta, Sumatra bahkan menjadi TKI dan TKW di luar negeri.
Desa Sendangsoko satu-satunya desa penghasil kerajinan tangan sapu keset yang pasarannya sampai keluar daerah. Sapu Keset ini berbahan dasar sabut kelapa yang diambil seratnya. Pekerjaan ini dilakukan apabila tiba musim kemarau. Selain membutuhkan panas yang cukup, juga sebagai sambilan atau penghasilan tambahan selama tidak bercocok tanam.

Plosojenar

Plosojenar adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 3 pedukuhan yaitu:
- Jenar (sebelah barat)
- Polaman (sebelah timur)
- Kebonturan (sebelah selatan)
Geografi
Desa plosojenar terletak di pojok paling timur laut kecamatan Jakenan. Berjarak 2,5 km dari ibukota kecamatan dan 20 km dari ibukota Kabupaten Pati.
Desa plosojenar berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan desa Tlogomojo.
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Kebonturi
- Sebelah selatan berbatasan dengan desa Jakenan
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Dukuhmulyo
Demografi
Sebagian besar penduduk desa Plosojenar menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana.
Mayoritas penduduk desa Plosojenar beragama islam. Tempat ibadah yang ada di desa ini hanya sebuah masjid dan beberapa musala.
Pendidikan
Desa Plosojenar hanya mempunyai 1 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri Plosojenar disamping beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK dan TPQ.

Rabu, 15 Desember 2010

Jatisari

Jatisari adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 2 pedukuhan yaitu:
- Karangjati (sebelah barat)
- Sentul (sebelah timur)
Geografi
Desa Jatisari berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan desa Sidomulyo.
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Sidomulyo dan desa Tegalwero
- Sebelah selatan berbatasan dengan Tegalwero
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Karangrejo Lor
Di sisi barat daya dibatasi oleh Kali Glonggong yang merupakan anak sungai dari Sungai Juwana.
Dari arah utara dibelah oleh jalan raya Jakenan-Pucakwangi yang juga merupakan jalan alternatif menuju Blora melalui Todanan
Desa Jatisari berjarak + 2 km ke arah selatan dari pusat kota kecamatan. Dan + 24 km ke arah timur dari kota Pati.
Perekonomian
Sebagian besar penduduk desa Jatisari menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana.
Pendidikan
Desa Jatisari hanya mempunyai 1 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri Jatisari disamping beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK dan TPQ.
Lain-Lain
Kampung Singget 
Singget bagi masyarakat Jatisari adalah suatu tempat yang mempunyai aura mistic yang sangat kuat. Kalau dilihat dari jauh tampak sepeti daerah perkampungan atau pedukuhan. Tapi sebenarnya daerah ini kosong tanpa penghuni. Banyak sekali kejadian-kejadian aneh dan tidak masuk akal terjadi di daerah yang bernama Singget  ini. Hal itu merupakan hal yang biasa bagi masyarakat Jatisari karena sudah terjadi sejak lama. Kebanyakan yang mengalaminya adalah orang dari luar daerah yang tidak mengetahui keadaan Singget yang sebenarnya. Menurut sejarah pada masa kolonial ada penduduk yang pernah bermukim di daerah ini. Tapi karena banyak sekali gangguan-ganguan mistic membuat penduduk tidak betah. Akibatnya banyak mereka berpindah tempat satu persatu dan akhirnya daerah itu kosong hingga sekarang. Sampai sekarang ini juga tidak ada satupun warga Jatisari yang berani menempati kampung Singget ini. 

Minggu, 12 Desember 2010

Tlogorejo

Tlogorejo adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 3 pedukuhan yaitu:
- Tlogo (sebelah barat)
- Kepoh (sebelah selatan)
- Caper (sebelah timur)
Geografi
Desa Tlogorejo mempunyai batas-batas:
- Sebelah utara dengan desa Sidoarum.
- Sebelah timur dengan desa Tambahmulyo.
- Sebelah selatan dengan desa Sendangsoko.
- Sebelah barat dengan desa Sonorejo
Pendidikan
Desa Tlogorejo hanya mempunyai 1 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri Tlogorejo disamping beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK dan TPQ.
Demografi
Sebagian besar penduduk desa Tlogorejo menggantungkan hidup dari usaha pertanian dengan lahan pertanian tadah hujan. Berternak sapi dan kambing adalah investasi lain bagi masyarakat Tlogorejo. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau ke daerah lain seperti Jakarta, Sumatra bahkan menjadi TKI dan TKW di luar negeri.

Karangrowo

Karangrowo adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 2 pedukuhan yaitu:
- Karangrowo (sebelah barat)
- Putat (sebelah timur)
Geografi
Desa Karangrowo mempunyai batas-batas:
- Sebelah utara dengan desa Widorokandang kecamatan Pati.
- Sebelah timur dengan desa Tondomulyo
- Sebelah selatan dengan desa Sidoarum
- Sebelah barat dengan desa Ngastorejo
Sebagaimana desa-desa lainnya yang terdapat di daerah aliran sungai Juwana, tiap musim penghujan desa inipun menjadi langganan banjir akibat meluapnya sungai Juwana. Desa Karangrowo adalah desa terparah apabila ada banjir. 
Demografi
Sebagian besar penduduk desa Karangrowo menggantungkan hidup dari usaha pertanian dengan lahan pertanian tadah hujan.
Walaupun dekat dengan sungai Juwana, namun hal tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena ketika musim kemarau, air sungai sering menjadi asin akibat naiknya air laut. Sedang ketika musim penghujan tidak jarang sawah mereka terkena banjir.
Karena itu tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau ke daerah lain seperti Jakarta, Sumatra bahkan menjadi TKI dan TKW di luar negeri.

Tanjungsari

Tanjungsari adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 3 pedukuhan yaitu:
- Tanjung (sebelah timur)
- Miri (sebelah selatan)
- Sleko (sebelah barat)
Geografi
Desa Tanjungsari berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan desa Dukuhmulyo dan desa Jakenan.
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Jakenan desa Jakenan
- Sebelah selatan berbatasan dengan desa Sidomulyo
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Puluhan Tengah
Di sisi barat dilintasi oleh jalan raya Jakenan-Pucakwangi yang juga merupakan jalan alternatif menuju Blora melalui Todanan
Sedangkan di sisi utara dilintasi oleh jalan raya Jakenan-Jaken yang juga merupakan jalan alternatif menuju Rembang melalui Sumber
Desa Tanjungsari berdampingan langsung dengan ibu kota kecamatan.
RW 01 memilayahi 4 RT berada pada Dukuhan Tanjung.
RW 02 mewilayahi 7 RT berada di Dukuhan Miri 6 RT dan Dukuhan Sleko 1 RT.
Perekonomian
Sebagian besar penduduk desa Tanjungsari menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana. Desa Tanjungsari merupakan satu-satunya daerah penghasil taoge (kecambah) di Kecamatan Jakenan. Berternak sapi dan kambing adalah sumber penghidupan lain.
Pendidikan
Desa Tanjungsari hanya mempunyai 1 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri Tanjungsari disamping beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK dan TPQ.
Tokoh Masyarakat
KH Mohammad Sunhadi, S.Pd.I
K. Munjahid
K. Aris Sutopo, S.Pd, MM
Lain-lain
Desa Tanjungsari ada beberapa tempat ibadah yang terdiri:
- 3 buah masjid
- 7 buah mushola
- 2 buah gereja
Desa Tanjungsari ditempati beberapa perkantoran antara lain:
- POLSEK Jakenan
- KORAMIL Jakenan
- Rumah Sakit Pembatu Jakenan
Budaya:
Sedekah Bumi / Hari Jadi Desa , selalu dilestarikan dan dilaksanakan setiap hari Sabtu Pahing di bulan Apit dengan acara :
Selamatan dan Pengajaian dilaksanakan pada malem Sabtu Pahing.
Selamatan dan pagelaran seni Tari / gambyong dilaksanakan pada Siang hari Sabtu Pahing.
Setiap bulan suro yakni malem tanggal 1 (satu) suro dilaksanakan pengajian di halaman Punden mBah Brintik tepatnya di Dukuhan Kemiri.

Sidomulyo

Sidomulyo adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 4 pedukuhan yaitu:
- Klumpit (sebelah selatan)
- Pojok (sebelah barat)
- Nanggungan (sebelah timur)
- Nganguk (sebelah utara)
Geografi
Desa Sidomulyo berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan desa Jakenan, desa Tanjungsari
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Mojoluhur
- Sebelah selatan berbatasan dengan desa Jatisari
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Tanjungsari, desa Puluhan Tengah dan desa Karangrejo Lor
Sebagaimana desa-desa lainnya di Kecamatan Jakenan, desa Sidomulyo terletak di dataran rendah.
Perekonomian
Sebagian besar penduduk desa Sidomulyo menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau dan menjadi TKI maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana.
Pendidikan
Desa Sidomulyo mempunyai 3 Sekolah Dasar yaitu:
- Sekolah Dasar Negeri 1 Sidomulyo
- Sekolah Dasar Negeri 2 Sidomulyo
- MI Miftahul Huda
Sebuah Madrasah Tsanawiyah yaitu MTs Miftahul Huda
Juga beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK, Raudlatul Atfal dan TPQ dan Majlis Taklim.

Rabu, 08 Desember 2010

Tambahmulyo

Tambahmulyo adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Desa Tambahmulyo memiliki 3 pedukuhan:
- Banglean
- Bakapas
- Bakapas Tempel
Desa Tambahmulyo Berjarak sekitar 7 km ke arah barat daya dari ibukota Kecamatan Jakenan dan 15 km arah timur ibukota Kabupaten Pati.
Geografi
Desa Tambahmulyo berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan desa Kalimulyo.
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Tondokerto.
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Tlogorejo
- Sebelah selatan berbatasan dengan desa Serutsadang
Di sisi selatan dilintasi oleh oleh sungai Banglean yang merupakan anak sungai dari Sungai Juwana
Desa Tambahmulyo dibelah oleh oleh jalan raya Jakenan-Winong.
Perekonomian
Desa Tambahmulyo termasuk salah satu desa yang maju dibidang perekonomian. Terlihat dari pendapatan rata-rata penduduknya yang diatas rata-rata pendapatan penduduk desa lainnya di Kecamatan Jakenan.
Sebagian besar penduduk desa Tambahmulyo masih menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk menjadi wiraswastawan ataupun berusaha dibidang niaga. Berternak sapi juga merupakan sumber kehidupan masyarakat Tambahmulyo yang dibilang cukup berhasil. 
Merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana juga menjadi pilihan sebagian penduduknya, utamanya dari kaum wanita.
Pendidikan
Desa Tambahmulyo mempunyai 3 Sekolah Dasar dan 1 Madrasah Tsanawiyah yaitu:
- Sekolah Dasar Negeri Tambahmulyo 01
- Sekolah Dasar Negeri Tambahmulyo 01
- MI Tarbiyatul Islamiyah Tambahmulyo
- MTs Tarbiyatul Islamiyah Tambahmulyo
Disamping itu masih ada beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK, Raudlatul Athfal dan TPQ.

Sonorejo

Sonorejo adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 2 pedukuhan yaitu:
- Ngasinan (sebelah barat)
- Trosono (sebelah timur)
Geografi
Desa Sonorejo berbatasan dengan:
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Ngastorejo
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Tlogorejo
- Sebelah selatan berbatasan dengan desa Sendangsoko
- Sebelah utara berbatasan dengan desa Sidoarum
Perekonomian
Sebagian besar penduduk desa Sonorejo menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau ke luar jawa maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana. Kebanyakan setelah lulus smp dan smu mereka menjadi TKI dan TKW.
Pendidikan
Desa sonorejo hanya mempunyai 1 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri Sonorejo 01 di dukuh Trosono dan disamping beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK dan TPQ

Bungasrejo

Bungasrejo adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 3 pedukuhan yaitu:
- Bungascilik (sebelah barat) disebut juga Bungastempel
- Bungas (sebelah tengah)
- Garuan (sebelah timur)
Geografi
Desa Bungasrejo berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan desa Gadingrejo, desa Sejomulyo dan Sungai Juwana
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Sembaturagung
- Sebelah selatan berbatasan dengan desa Glonggong
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Tondomulyo
Ditengah-tengah desa dibelah oleh Kali Glonggong (anak sungai dari Sungai Juwana) yang membujur kearah selatan, apabila musim penghujan sungai ini akan selalu meluap.
Sebagaimana desa-desa lainnya di Kecamatan Jakenan, desa Bungasrejo terletak di dataran rendah. Bahkan karena berdekatan dengan Sungai Juwana, desa ini, terutama pedukuhan Bungascilik menjadi langganan banjir setiap tahunnya.
Perekonomian
Sebagian besar penduduk desa Bungasrejo menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana.
Terdapat beberapa industri rumah tangga seperti pembuatan kecap cap"Mangga dua", ceriping singkong, roti, dan krecek.
Pendidikan
Desa Bungasrejo hanya mempunyai 1 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri Bungasrejo disamping beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK dan TPQ

Kalimulyo

Kalimulyo adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Desa Kalimulyo terletak arah 6 Km sebelah barat dari Kota Kecamatan dan terletak + 12 Km arah timur laut dari Kota Pati. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Tondomulyo, sebelah timur berbatasan dengan Desa Glonggong, sebelah selatan berbatasan dengan desa Tambahmulyo dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Sidoarum.
Desa Kalimulyo terdiri atas 3 (tiga) pedukuhan yaitu Kijingan, Kalipang dan Pengkol. Secara administratif terdiri atas 2 (dua) RW (Rukun Warga) dan 14 (empat belas) RT (Rukun tetangga).
Memiliki 2 (dua) buah masjid yang terdapat di pedukuhan Kijingan (Masjid Baitul Abidin) dan di Pedukuhan Kalipang. Masjid Baitul Abidin merupakan salah satu masjid tertua di Kecamatan Jakenan.
Karena letaknya yang berada di dataran rendah dan dekat dengan Sungai Juwana, bagian barat (persawahan) dan bagian Utara (perkampungan/dukuh Kijingan) menjadi daerah langganan banjir setiap tahun. Pada bulan Januari dan Februari 2008 silam, desa ini tenggelam dalam banjir hingga mencapai ketinggian 2 (dua) meter dan terjadi selama lebih dari satu bulan.
Ekonomi dan Budaya
Hampir seluruh penduduk Desa Kalimulyo menggantungkan hidup pada usaha pertanian yang berupa sawah tadah hujan, walaupun pada beberapa tahun terakhir, setiap musim kemarau ada usaha untuk menaikkan air dari Sungai Juwana yang terletak lebih kurang 1,5 Km di sebelah barat laut desa. Sawah-sawah tersebut hanya dapat ditanami dengan padi dan beberapa jenis palawija serta kacang-kacangan.
Sebagian lagi, utamanya kaum wanita, bekerja sebagai buruh. Diantaranya di PT. Garudafood yang memiliki beberapa pabrik di Kota Pati dan beberapa industri kelas menengah yang terdapat di Kota Pati maupun Juwana.
Selain itu, karena kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia, tidak sedikit yang pergi merantau ke lain daerah, pulau maupun negara. Golongan perantau ini hanya pulang sesekali saja ke Desa Kalimulyo, terutama menjelang Idul Fitri.
Keramaian di desa Kalimulyo, selain terjadi pada saat Idul Fitri, juga terasa saat dilangsungkannya Sedekah Bumi, Haul Ki Ageng Talun dan Haul K. Sadiman.
Sedekah Bumi, sebagaimana di desa-desa lain, merupakan perwujudan rasa syukur masyarakat desa kepada Allah swt atas segala karunia yang telah dilimpahkan-Nya. Sedekah Bumi di desa Kalimulyo dilangsungkan setiap bulan Apit atau disebut juga bulan Selo dalam penanggalan jawa dengan mengadakan selamatan di Balai Desa dan Masjid. Kadang perayaan sedekah bumi ini diikuti dengan gelaran kesenian rakyat semisal Ketoprak ataupun Orkes Dangdut.
Haul Ki Ageng Talun dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dengan acara Tahlil, Bukak Selambu (prosesi mengganti kain penutup makam), Lelang selambu bekas penutup makam, pawai keliling desa, aneka perlombaan, dan pengajian umum. Kegiatan di fokus kan di Pemakaman Umum Kamandowo.
Haul K. Sadiman merupakan Haul K. Sadiman bersama putranya K. Kasturi dan Cucunya K. Lazimun serta segenap keluarga dan sahabat-sahabat seperjuangannya. Ketiga ulama ini dimakamkan dalam satu kompleks di Desa Bungasrejo yang terletak 1 km arah timur laut Desa Kalimulyo. Haul dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabiul awal. Kegiatan ini yang sekaligus sebagai Peringatan maulid Nabi Muhammad diisi dengan Temu Keluarga Bani K. Sadiman, aneka perlombaan dan Pengajian Umum.
Pendidikan
Desa Kalimulyo memiliki 3 (tiga) Sekolah Dasar yaitu, SDN Kalimulyo 01 (terdapat di RW 02/Dukuh Kalipang), SDN Kalimulyo 02 (terdapat di RW 01/Dukuh Kijingan) dan MI Tarbiyatusy Syubban (terdapat di RW 01/Dukuh Kijingan). Di jenjang pendidikan non formal terdapat 2 (dua) Taman Kanak-kanak yaitu TK Pertiwi dan RA (Raudlatul Atfal) Nurul Ilmi dan memiliki 2 (dua) TPQ (Taman Pendidikan Quran) yaitu TPQ Kalipang dan TPQ Ar Rosyad (Kijingan).
Lembaga-lembaga pendidikan islam yang ada di Kalimulyo di kelola oleh sebuah Yayasan bernama Yayasan Perguruan Islam Al Lazimiyah. Yayasan ini mengambil nama salah satu tokoh ulama desa Kalimulyo K. Lazimun yang sejak sebelum masa kemerdekaan RI telah merintis pondok pesantren dan Madrasah Diniyah. Madrasah Diniah tersebut yang semenjak tahun 1957 dirubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatusy Syubban.
Tokoh
Ki Ageng Talun
Ki Ageng Talun. Merupakan salah satu murid Sunan Kudus yang menjadi pembuka desa Talun Kecamatan Kayen Kabupaten Pati dipercaya juga menjadi pembuka beberapa desa seperti desa Bakaranwetan Kecamatan Juwana, Bakarankulon Kecamatan Juwana (bersama Nyi Ageng Bakaran), desa Gadingrejo Kecamatan Juwana, Desa Tondomulyo Kecamatan Jakenan dan Desa Kalimulyo Kecamatan Jakenan. Dimakamkan di Pemakaman Umum Kamandowo desa Kalimulyo.
K. Sadiman
Salah satu penyebar agama di desa Kalimulyo dan sekitarnya. Dari garis keturunan beliaulah lahir tokoh-tokoh agama berikutnya di desa Kalimulyo dan sekitarnya. Ayahnya bernama KH. Mansyur, seorang penghulu di Solo yang harus meninggalkan kampung halamannya karena diuber-uber Pemerintah Kolonial Belanda. Dalam pengembaraannya, KH. Mansyur menikah dengan Nyai Rabithah (Dorokandang Juwana) dari perkawinan inilah lahir K. Sadiman.
Karena terus diuber Belanda, KH. Mansyur menyingkir ke Jombang Jawa Timur ketika K. Sadiman masih dalam kandungan. Ketika beranjak dewasa, K. Sadiman berusaha menemui ayahandanya, namun oleh KH. Mansyur, beliau diberikan sebuah kitab berbahasa arab yang harus mampu dibaca oleh K. Sadiman jika ingin diakui sebagai anaknya.
K. Sadiman pulang untuk mempelajari kitab tersebut. Kegiatan ini semakin menebalkan keimanan dan keinginan untuk menyiarkan agama islam. Akhirnya sampailah beliau di Desa Kalimulyo dan menetap di sana. Istrinya bernama Yanti, putri Kepala Desa Pencil (Tondomulyo Kec. Jakenan) waktu itu. Mempunyai 5 (lima) putra yaitu, Kasmin, Sukinah, Kasturi, Sukimah dan Sukemi.
K. Sadiman dimakamkan di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan. Dan setiap tanggal 12 Rabiul awal diadakan Haul.
K. Kasturi
Merupakan putra ketiga dari K. Sadiman. Ialah yang tetap menetap di Kalimulyo untuk meneruskan perjuangan ayahandanya menyebarkan agama islam di Desa Kalimulyo dan sekitarnya. Muridnya berasal dari berbagai daerah di Jakenan, Winong, Pucakwangi, Juwana dan Pati. K. Kasturi mempunyai 6 (enam) putra yaitu Sunaini, Lazimun, Tasrifah, Nurwi, Rofi’i dan Rohamah. K. Kasturi dimakamkan di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan bersama dengan ayahandanya. Dan setiap tanggal 12 Rabiul awal diadakan Haul.
K. Lazimun
Merupakan putra kedua dari K. Kasturi. Bersama para saudara dan sahabatnya beliau mendirikan tempat pemondokan bagi para santri yang belajar kepada beliau. Mendirikan lembaga pendidikan agama (Madrasah Diniyah) pertama di Kecamatan Jakenan.
Kegemarannya untuk bersilaturrahmi dan berdakwah ke berbagai pelosok daerah meskipun dengan berjalan kaki semakin menambah banyak satrinya.
K. Lazimun dimakamkan di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan bersama dengan ayahanda dan Kakek beliau. Dan setiap tanggal 12 Rabiul awal diadakan Haul.
K. Ahmad Sholih Lazimun
Merupakan putra dari K Lazimun. Meskipun sudah menginjak usia lanjut tetapi semangatnya untuk menyiarkan agama islam di daerahnya tidak pernah pudar. Menjabat sebagai Ketua Mutasyar Pengurus MWC. Nadlatul Ulama Kecamatan Jakenan. Juga menjabat sebagai Ketua Penasehat Yayasan Perguruan Islam Al Lazimiyah.

Selasa, 07 Desember 2010

Kedungmulyo

Kedungmulyo adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Desa ini terletak paling barat dan merupakan daerah rawan banjir.
Geografi
Terdiri atas 2 pedukuhan yaitu:
- Dungdil (sebelah timur)
- Lagar (sebelah barat)
Desa Kedungmulyo mempunyai batas-batas:
- sebelah utara dengan desa Ngastorejo
- Sebelah timur dengan desa Tlogorejo.
- Sebelah selatan dengan desa kecamatan Winong dan desa Mintobasuki kecamatan Gabus.
- Sebelah barat dengan desa Dengkek dan sungai Juwana.
Karena terletak di daerah aliran sungai Juwana, tiap musim penghujan desa ini mengalami banjir akibat meluapnya sungai Juwana.
Demografi
Sebagian besar penduduk desa Kedungmulyo menggantungkan hidup dari usaha pertanian dengan lahan pertanian tadah hujan.
Walaupun dekat dengan sungai Juwana, namun hal tersebut belau dapat dimanfaatkan secara maksimal karena ketika musim kemarau, air sungai sering menjadi asin akibat naiknya air laut. Sedang ketika musim penghujan tidak jarang sawah mereka terkena banjir.
Karena itu tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau ke daerah lain seperti Jakarta, Sumatra bahkan menjadi TKI dan TKW di luar negeri.

Sembaturagung

Sembaturagung adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Terdiri atas 2 pedukuhan yaitu:
- Mbatur (sebelah timur)
- Gangmalang (sebelah barat)Daftar isi [sembunyikan]
Geografi
Desa Sembaturagung berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan desa desa Sejomulyo
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Dukuhmulyo dan Puluhan Tengah
- Sebelah selatan berbatasan dengan desa Tondokerto
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Glonggong dan Bungasrejo
Sebagaimana desa-desa lainnya di Kecamatan Jakenan, desa Sembaturagung terletak di dataran rendah.
Desa Sembaturagung dibelah oleh Jalan Raya Jakenan-Winong yang cukup ramai dari arah barat ke timur dan Jalan alternatif Juwana-Pucakwangi yang melintang ke arah selatan
Perekonomian
Sebagian besar penduduk desa Sembaturagung menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana. Sebagian lagi berprofesi sebagai pedagang dan membuka industri skala rumah tangga.
Terdapat sebuah Pasar tradisional yang beroperasi setiap hari sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Pasar ini merupakan satu-satunya pasar aktif di Kecamatan Jakenan.
Tempat ibadah
Memiliki 2 buah Masjid yang masing-masing terletak di pedukuhan Mbatur dan Gangmalang.
Sebuah Gereja (GITJ Sembaturagung)
Pendidikan
Desa Sembaturagung mempunyai 2 Sekolah Dasar yaitu:
- Sekolah Dasar Negeri 01 Sembaturagung (terletak di pedukuhan Gangmalang)
- Sekolah Dasar Negeri 02 Sembaturagung (terletak di pedukuhan Mbatur)
Selain itu juga terdapat lembaga-lembaga pendidikan non formal seperti; TK Dharma Wanita, Raudlatul Athfal (setingkat TK) dan TPQ.

Dukuhmulyo

Geografi
Desa Dukuhmulyo berbatasan dengan:
- Sebelah utara berbatasan dengan desa Bringin dan desa Sejomulyo
- Sebelah timur berbatasan dengan desa Jakenan
- Sebelah selatan berbatasan dengan desa Tanjungsari dan desa Puluhan Tengah
- Sebelah barat berbatasan dengan desa Sembaturagung
Terdiri atas 4 pedukuhan yaitu:
- Ngembe (sebelah utara)
- Genetan (sebelah timur)
- Kalungbayan (sebelah timur laut)
- Ketawang (sebelah tengah)
- Sleko (sebelah selatan)
- Dukoh (sebelah barat)
Sebagaimana desa-desa lainnya di Kecamatan Jakenan, desa Dukuhmulyo terletak di dataran rendah.
Dari arah utara dilintasi oleh Jalan Raya Jakenan-Juwana dan di sebelah selatan dilintasi Jalan Raya Jakenan-Winong ke arah barat.
Persimpangan kedua Jalan ini biasa disebut Sleko, yang kemudian menjelma menjadi sebuah perdukuhan sendiri yang ramai juga menjadi pusat keramaian Kecamatan Jakenan.
Perkantoran
Desa Dukuhmulyo banyak ditempati perkantoran tingkat Kecamatan Jakenan, antara lain:
Puskesmas Jakenan
KUD Jakenan
Lapangan Upacara Kecamatan
Kantor Pembantu Dinas Pekerjaan Umum
Bank Rakyat Indonesia
Perekonomian
Sebagian besar penduduk desa Dukuhmulyo menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana.
Tidak sedikit pula yang membuka industri berskala rumah tangga dan berdagang.
Pendidikan
Desa Dukuhmulyo mempunyai 3 Sekolah Dasar yaitu:
Sekolah Dasar Negeri 01 Dukuhmulyo direncanakan pada tahun pelajaran 2010/2011 akan di regroup karena sudah tidak mempunyai siswa . siswa sekarang tinggal 25 siswa.
Sekolah Dasar Negeri 02 Dukuhmulyo
Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Falah
Sekolah Menengah Pertama di Dukuhmulyo:
SMP Negeri 01 Jakenan
MTs Miftahul Falah
Selain itu juga terdapat lembaga-lembaga pendidikan non formal seperti; TK Dharma Wanita, Raudlatul Athfal Miftahul Falah (setingkat TK), TPQ dan Majlis Taklim.

Senin, 06 Desember 2010

Jakenan

Jakenan adalah desa di kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
Merupakan ibu kota kecamatan Jakenan. Dan sebagai tempat atau pusat pemerintahan Kecamatan Jakenan. Desa Jakenan terdapat Perkatoran antara lain:
- Kantor Camat
- Kantor Depag / KUA
- Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Jakenan
- Kantor PLKB
- Kantor POS Pembantu Jakenan ( 59182 )
- Kantor BKK
- Kantor Desa Jakenan
Terdiri atas 5 pedukuhan yaitu:
- Ngalapan (sebelah paling barat)
- Jakenan (sebelahnya timur)
- Ngablak (sebelahnya timur)
- Ngampel (sebelahnya paling timur)
- Debag (sebelah selatan)
Geografi
Desa Jakenan berbatasan dengan:
Sebelah utara berbatasan dengan desa Plosojenar
Sebelah timur berbatasan dengan desa Mojoluhur
Sebelah selatan berbatasan dengan desa Sidomulyo dan Tanjungsari
Sebelah barat berbatasan dengan desa Dukuhmulyo
Perekonomian
Sebagian besar penduduk desa Jakenan menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana. Desa Jakenan terdapat Pasar hewan yang berdekatan dengan Kantor Desa.
Pendidikan
Desa Jakenan hanya mempunyai 1 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri Jakenan disamping beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK dan TPQ
Seni dan Budaya
Desa Jakenan ada tempat-tempat cagar budaya antara lain Pesarean dan Punden mBah Jim Djojo Kusuma , dengan terkenal ( mBah Djim )
Bekas Kawedanan Jakenan. Tempat pesarean mBah Djim berada di dalam Gedung Kawedanan Jakenan di salah satu kamar yang sampai saat ini dikeramatkan yang sekarang Gedung Kawedanan digunakan sebagai Kantor Kecamatan Jakenan tepatnya di dalam kamar sebelah Timur.
mBah Djim yang sampai sekarang juga selalu diperingati di lestarikan dengan setiap tanggal 17 Agustus dan 1 Sura selalu diramaikan dengan pagelaran wayang kulit
Juga ada tokoh lainnya yang selalu di peringati atau haul mBah Soleman
Demang Gorok; sebuah legenda dari jaman kolonial tentang seorang Demang yang meninggal akibat digorok.
Masjid
Di Desa Jakenan ada dua Masjid yang sebagai jama' Jumat yakni: Mejid induk yang bertempat di Ngalapan komplek perkantoran Kecamatan dan yang kedua bertempat di Ngampel.